CIANJUREKSPRES.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mengajukan bantuan sumur bor kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengatasi krisis air bersih di sejumlah wilayah yang terdampak musim kemarau.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cianjur, Samudra Wira Purnama mengatakan, sejumlah warga di wilayah yang mengalami krisis air bersih mulai mengajukan permintaan bantuan sumur bor.
“Tapi masalah utama untuk sumur bor, BPBD Kabupaten Cianjur tidak ada anggarannya demi memenuhi permohon warga yang terdampak kekeringan, dan kesulitan air bersih,” ujarnya, Selasa 25 Agustus 2026.
Samudra menuturkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, di antaranya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Cianjur.
“Sampai sejauh ini hasil koordinasi dengan beberapa pihak terkait, kita memutuskan untuk mengajukan permohonan sumur bor ke BNPB pada akhir Juli 2026 kemarin,” tuturnya.
Samudra berharap pengajuan bantuan sumur bor untuk wilayah terdampak kekeringan dapat terealisasi. Sebab air bersih menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat.
“Selama periode Juli – Agustus kami telah mendistribusikan sebanyak 65.000 liter air bersih ke tujuh kecamatan, seperti Cibeber, Leles, Haurwangi, Karangtengah, Agrabinta, dan Mande serta Sukaluyu,” ungkapnya.












