Opini  

KOPRI Cianjur: Kematian Anak di NTT Bukti Negara Belum Hadir Sepenuhnya

Tela, Ketua KOPRI Kabupaten Cianjur, menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya seorang anak berusia 9 tahun di Nusa Tenggara Timur yang diduga mengakhiri hidup karena tidak mampu membeli buku dan pena. Peristiwa ini bukan hanya kabar duka, melainkan alarm keras bagi nurani kita sebagai bangsa.

 

 

Di usia yang seharusnya dipenuhi mimpi dan harapan, seorang anak justru kehilangan masa depannya akibat kemiskinan dan ketimpangan akses pendidikan.

 

 

Tragedi ini menunjukkan bahwa hak dasar anak atas pendidikan belum sepenuhnya dijamin secara adil dan merata. Pendidikan yang sering disebut gratis, pada kenyataannya masih menyisakan beban yang tidak mampu dipikul oleh keluarga-keluarga rentan.

 

Ini bukan kegagalan anak atau keluarganya, melainkan kegagalan sistemik yang menandakan belum hadirnya negara secara utuh bagi rakyat kecil.

Atas dasar itu, “ saya tela mutia sebagai kopri cabang cianjur mengkritik dengan tegas pemerintah, baik pusat maupun daerah, agar tidak menutup mata terhadap kenyataan pahit ini.

 

Program pendidikan tidak boleh berhenti pada slogan, sementara masih ada anak yang kehilangan harapan bahkan nyawa hanya karena keterbatasan ekonomi. Negara wajib memastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal dalam mengakses pendidikan yang layak dan manusiawi”

KOPRI Kabupaten Cianjur berharap peristiwa ini menjadi titik balik perbaikan kebijakan pendidikan dan perlindungan anak, serta mendorong penguatan jaring pengaman sosial bagi keluarga miskin dan rentan. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian, agar tragedi serupa tidak kembali terulang.

 

Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan semoga kepergiannya menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak hidup, belajar, dan bermimpi tanpa dibatasi oleh kemiskinan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *