CIANJUREKSPRES.ID – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi objek wisata di Kabupaten Cianjur hingga kini masih minim. Dari target murni yang ditetapkan sebesar Rp3 miliar, penerimaan baru menyentuh angka sekitar 30 persen atau berkisar Rp900 juta hingga Rp1 miliar.
Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Cianjur, Asep Guntara. Menurutnya, potensi kekayaan alam Cianjur yang melimpah dari wilayah utara hingga selatan seharusnya mampu menjadi motor utama pendongkrak PAD, asalkan dikelola secara serius. Ditambah fasilitas maupun sarana dan prasana pendukungnya juga harus representatif.
“Sekarang (wisatawan) mau datang gimana (kalau) fasilitasnya tidak representatif,” kata Asep kepada Cianjur Ekspres, Selasa 1 September 2026.
Politisi PKS itu mendorong agar fasilitas maupun sarana dan prasarana penunjang objek wisata di Kabupaten Cianjur lebih representatif sehingga bisa menarik wisatawan untuk berkunjung yang pada akhirnya berdampak terhadap peningkatan PAD sektor wisata.
“Promosi dari Disbudpar untuk mengajak wisatawan hadir ke Cianjur tidak akan terwujud optimal kalau destinasi wisatanya belum bagus. Perlu ada evaluasi total terhadap sarana prasarana di destinasi utama, sembari terus menggarap potensi destinasi wisata baru dari kawasan utara sampai selatan,” kata Asep.
Diberitakan sebelumnya, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi objek wisata di Kabupaten Cianjur, hingga saat ini baru mencapai sekitar 30 persen dari target yang ditetapkan. Dari target murni sebesar Rp3 miliar, realisasi retribusi baru berada di kisaran Rp900 juta atau hampir Rp1 miliar.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cianjur, Yudha Azwar, mengatakan, target Rp3 miliar tersebut berasal dari lima objek wisata yang dikelola pemerintah daerah, yakni Wisata Cibodas, Cikundul, Jangari, Pandanwangi dan Gunung Padang.
Selain lima objek wisata tersebut, target retribusi juga berasal dari sejumlah kios yang berada di kawasan wisata Cikundul dan Cibodas.
“Untuk target retribusi kita murni itu ada Rp3 miliar, terdiri dari lima objek wisata, di antaranya Cibodas, Cikundul, Jangari, Pandanwangi dan Gunung Padang. Ditambah juga dengan beberapa retribusi kios yang ada di Cikundul dan Cibodas,” ujar Yudha kepada Cianjur Sukabumi Ekspres, Rabu 26 Agustus 2026.
Menurutnya, rendahnya realisasi salah satunya dipengaruhi oleh keterlambatan pemungutan retribusi di kawasan Cibodas. Pemungutan baru dapat dilakukan mulai 14 Mei 2026, setelah terjadi perpindahan pengelolaan dari pihak ketiga, dan adanya wacana kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
“Khusus Cibodas, kita baru melakukan pemungutan sejak tanggal 14 Mei, karena sebelumnya setelah perpindahan dari pihak ketiga kemudian ada wacana dikerjasamakan dengan BRIN, baru bisa terealisasi tanggal 14 Mei,” katanya.
Atas kondisi tersebut, Disbudpar berencana melakukan penyesuaian target retribusi Cibodas dalam perubahan anggaran. Target yang sebelumnya dipatok sekitar Rp2,4 miliar, kemungkinan akan disesuaikan menjadi sekitar Rp1 miliar pada tahun ini.
“Untuk Cibodas mungkin di perubahan ini kita akan anggarkan penyesuaian, dikarenakan pungutannya baru dari tanggal 14 Mei. Jadi kemungkinan targetnya berubah dari Rp2,4 miliar menjadi Rp1 miliar untuk tahun ini,” jelasnya.
Sementara itu, Yudha menyebut tidak terdapat kendala berarti dalam proses pemungutan retribusi di objek wisata lainnya. Namun, khusus kawasan Gunung Padang, terdapat kendala terkait kewenangan pengelolaan kawasan.
“Gunung Padang itu lokasinya di Kabupaten Cianjur, tetapi secara wilayah sendiri itu kewenangan kementerian. Posisi kita ada di ring empat atau jalur paling luar, sehingga ada beberapa, termasuk retribusi kios, yang sulit untuk kita capai,” ungkapnya.
Untuk mengejar capaian PAD hingga akhir tahun, Disbudpar melakukan sejumlah upaya, mulai dari promosi destinasi wisata melalui media sosial, hingga pembenahan sarana dan prasarana di sejumlah kawasan wisata.
Salah satunya melalui revitalisasi kawasan Kampung Budaya Padi Pandanwangi, yang saat ini mulai dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya tarik destinasi wisata di Kabupaten Cianjur.
“Upaya tentunya kita untuk mengejar target PAD di tahun ini, kita berupaya melaksanakan promosi baik melalui media sosial. Kita juga berupaya melaksanakan perbaikan di beberapa destinasi wisata seperti yang sedang kita laksanakan di kawasan Kampung Padi Pandanwangi,” tuturnya.












