KH Ahmad Fudholi Wafat, Tinggalkan Duka bagi Masyarakat Tangerang

KH Ahmad Fudholi Wafat, Tinggalkan Duka bagi Masyarakat Tangerang
KH Ahmad Fudholi Wafat, Tinggalkan Duka bagi Masyarakat Tangerang

CIANJUREKSPRES.ID- Kabar duka datang dari Kabupaten Tangerang, Banten. Ulama sekaligus penceramah KH Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di ruas Jalan Tol Tangerang-Merak.

KH Ahmad Fudholi yang dikenal sebagai pimpinan Pondok Pesantren Al-Hijaiyyah, Desa Sindang Sono, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, meninggal setelah sebelumnya mendapatkan perawatan medis akibat kecelakaan.

Kecelakaan tersebut terjadi di KM 63+800 B, Kabupaten Serang, pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, KH Ahmad Fudholi sedang dalam perjalanan menuju Tangerang bersama sopirnya.

Sebelum kejadian, almarhum diketahui baru selesai menghadiri kegiatan ceramah keagamaan di wilayah Cikaduen, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Mobil yang ditumpangi KH Ahmad Fudholi mengalami kecelakaan setelah diduga kehilangan kendali dan kemudian menabrak bagian belakang sebuah truk yang sedang berhenti di bahu jalan.

Dalam kecelakaan tersebut, terdapat dua orang korban, yakni KH Ahmad Fudholi dan sopir. Keduanya sempat dibawa ke RS Hermina Ciruas untuk mendapatkan pertolongan pertama sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kepergian KH Ahmad Fudholi meninggalkan duka bagi keluarga, santri, jamaah, dan masyarakat yang selama ini mengenal sosoknya sebagai ulama dan penceramah.

Gubernur Banten Andra Soni turut menyampaikan belasungkawa saat melayat ke kediaman sekaligus Pondok Pesantren Al-Hijaiyyah pada Senin (7/9/2026).

Andra mengajak masyarakat untuk terus meneladani berbagai kebaikan dan ilmu yang telah diwariskan KH Ahmad Fudholi selama hidupnya.

Ia juga mendoakan agar seluruh amal ibadah almarhum diterima Allah SWT dan KH Ahmad Fudholi mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

Selain itu, Andra berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi kepergian ulama tersebut.

Bagi masyarakat yang pernah mendapatkan ilmu dan nasihat dari KH Ahmad Fudholi, kepergiannya menjadi kehilangan. Namun, keteladanan serta kebaikan yang telah ditanamkan diharapkan tetap hidup dan terus diamalkan oleh generasi penerus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *