Josepha Alexandra Viral Usai Kritik Juri LCC, Kini Dapat Beasiswa ke China

Josepha Alexandra Viral Usai Kritik Juri LCC, Kini Dapat Beasiswa ke China
CIANJURESKPRES.ID- Siswi kelas XI SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra, mendapatkan tawaran beasiswa kuliah S1 ke China setelah aksinya memprotes keputusan juri dalam final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat viral di media sosial.

Beasiswa tersebut diberikan langsung oleh Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, sebagai bentuk penghargaan atas keberanian dan ketegasan Josepha dalam menyampaikan protes terhadap keputusan yang dianggap tidak adil.

Kontroversi bermula saat babak final LCC yang digelar pada Sabtu, 9 Mei 2026. Dalam sesi rebutan, Josepha yang mewakili Regu C memberikan jawaban yang dinilai benar secara konstitusi. Namun dewan juri menyatakan jawabannya salah dengan alasan pelafalan atau artikulasi dianggap kurang tepat.

Keputusan tersebut memicu perdebatan karena jawaban serupa dari regu lain justru dinyatakan benar. Situasi itu membuat Josepha menyampaikan interupsi secara terbuka di podium dengan sikap tenang namun tegas untuk mempertahankan argumentasinya.

Video protes tersebut kemudian viral dan menuai simpati luas dari masyarakat. Banyak warganet menilai Josepha menunjukkan keberanian, kemampuan berpikir kritis, dan sikap berani menyuarakan keadilan.

Menanggapi polemik tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat menjelaskan adanya gangguan teknis pada sistem audio saat perlombaan berlangsung sehingga memengaruhi penilaian juri.

Sebagai bentuk apresiasi, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda menawarkan beasiswa penuh kuliah S1 di China kepada Josepha dan timnya. Program tersebut mencakup pembiayaan pendidikan secara menyeluruh hingga jaminan penempatan kerja di perusahaan multinasional setelah lulus kuliah.

Tak hanya itu, Josepha dan timnya juga diundang langsung ke Jakarta oleh Gibran Rakabuming Raka. Dalam pertemuan di Istana Wakil Presiden, Gibran memberikan motivasi serta pembekalan mengenai kemampuan public speaking dan teknik berdebat.

Kasus tersebut juga berujung pada evaluasi internal penyelenggara lomba. MPR RI menyampaikan permohonan maaf resmi kepada Josepha atas kontroversi yang terjadi dalam kompetisi tersebut.

Selain itu, dewan juri dan pembawa acara (MC) yang bertugas dalam final LCC disebut telah dinonaktifkan menyusul gelombang kritik publik terhadap profesionalisme pelaksanaan lomba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *