CIANJUREKSPRES.ID- Sejumlah jemaah haji penyandang disabilitas melakukan audiensi dengan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia di Kantor Daerah Kerja (Daker) Madinah, Arab Saudi, Selasa (2/6/2026). Pertemuan tersebut turut didampingi oleh Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas (KND), Deka Kurniawan.
Para jemaah yang hadir mewakili berbagai kelompok disabilitas, mulai dari disabilitas fisik, netra, hingga penyandang autisme. Mereka berasal dari Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia (ITMI), serta keluarga pendamping penyandang autisme dewasa.
Dalam kesempatan tersebut, Deka Kurniawan menegaskan pentingnya pelibatan penyandang disabilitas dalam setiap proses penyelenggaraan haji. Menurutnya, prinsip “Nothing About Us Without Us” harus menjadi landasan dalam mewujudkan layanan haji yang inklusif dan ramah bagi seluruh jemaah.
Audiensi tersebut tidak hanya menjadi ajang apresiasi terhadap penyelenggaraan Haji 2026 yang mengusung konsep Haji Inklusif, tetapi juga menjadi wadah penyampaian berbagai masukan untuk pelaksanaan haji tahun mendatang. Deka menilai komitmen pemerintah dalam memberikan perhatian kepada lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan merupakan langkah maju dalam pemenuhan hak kelompok rentan.
Sejumlah aspirasi disampaikan dalam pertemuan itu. Ketua PPDI, Siswadi, menyoroti perlunya peningkatan aksesibilitas di hotel, transportasi, hingga fasilitas di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Ia juga mendorong agar materi tentang sensitivitas disabilitas dimasukkan dalam pelatihan petugas haji dan kegiatan manasik.
Sementara itu, perwakilan ITMI, Ipan Hidayatulloh, mengusulkan peningkatan sosialisasi mengenai kuota afirmasi bagi penyandang disabilitas yang telah lama terdaftar sebagai calon jemaah haji. Menurutnya, masih banyak calon jemaah yang belum mengetahui adanya kebijakan tersebut.
Komnas Disabilitas bersama organisasi penyandang disabilitas juga mendorong pemerintah untuk menyusun regulasi kuota afirmasi khusus guna memberikan kepastian keberangkatan bagi penyandang disabilitas yang telah memenuhi syarat istitha’ah.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan apresiasi atas partisipasi para jemaah. Ia menegaskan pemerintah akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan haji, termasuk bagi penyandang disabilitas, melalui koordinasi dan komunikasi dengan otoritas Arab Saudi.












