CIANJUREKSPRES.ID- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 254 UIN Sunan Gunung Djati Bandung memberikan pendampingan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Dusun 3, Desa Bunisari, Kecamatan Warungkondong, Kabupaten Cianjur.
Pendampingan tersebut difokuskan pada pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), pemanfaatan QRIS sebagai metode pembayaran digital, serta pengajuan sertifikat halal bagi pelaku UMKM.
Kegiatan yang berlangsung selama periode KKN pada Juli hingga Agustus 2026 itu dilakukan sebagai upaya membantu pelaku usaha meningkatkan legalitas sekaligus mengikuti perkembangan digitalisasi dalam kegiatan ekonomi.
Mahasiswa KKN Kelompok 254 terlebih dahulu melakukan pendataan terhadap pelaku UMKM yang belum memiliki NIB maupun fasilitas pembayaran digital. Setelah itu, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai manfaat legalitas usaha dan penggunaan QRIS.
Dalam prosesnya, mahasiswa turut membantu pelaku usaha menyiapkan persyaratan administrasi dan melakukan pendaftaran secara daring hingga proses penerbitan dokumen NIB dan QRIS.
Kepemilikan NIB dinilai penting bagi pelaku UMKM karena menjadi identitas legal usaha sekaligus dapat mendukung akses terhadap berbagai program pembinaan, pendampingan, maupun permodalan.
Sementara penggunaan QRIS memberikan alternatif pembayaran non-tunai yang dinilai lebih praktis bagi pelaku usaha maupun konsumen.
Selain NIB dan QRIS, mahasiswa juga membantu memfasilitasi pengajuan sertifikat halal melalui skema self declare. Hingga saat ini, sebanyak empat UMKM telah diajukan dan masih menunggu proses verifikasi.
Sementara beberapa pelaku UMKM lainnya belum dapat mengikuti pengajuan sertifikat halal karena kuota program self declare telah terpenuhi.
Mahasiswa KKN Kelompok 254 UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Vaira Nur Zahra, mengatakan pendampingan tersebut merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus upaya mendorong pengembangan UMKM di tingkat desa.
“Melalui pendampingan ini, kami berharap pelaku UMKM tidak hanya memiliki legalitas usaha, tetapi juga semakin siap memanfaatkan teknologi digital dalam menjalankan usahanya. Semoga langkah kecil ini dapat membuka peluang yang lebih besar bagi UMKM Desa Bunisari untuk berkembang dan memiliki daya saing yang lebih baik,” ujarnya, Kamis (7/8/2026).
Kepala Dusun 3 Desa Bunisari, Cecep Sulaiman, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN tersebut. Menurutnya, pendampingan yang diberikan memberikan manfaat bagi pelaku usaha di wilayahnya.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian mahasiswa KKN UIN Sunan Gunung Djati Bandung terhadap pelaku UMKM di Dusun 3. Program ini memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat dan menjadi motivasi bagi para pelaku usaha untuk terus mengembangkan usahanya agar semakin maju dan berdaya saing,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Bunisari, H. Dedi Juhaeri. Ia menilai program pendampingan UMKM tersebut sejalan dengan upaya pemerintah desa dalam mendorong perkembangan sektor usaha masyarakat.
“Kami menyambut baik program pendampingan UMKM yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN. Kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah desa dalam mendorong kemajuan UMKM sebagai salah satu penggerak perekonomian masyarakat. Semoga kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi warga Desa Bunisari,” tuturnya.
Sementara itu, Dean Andrian, Ketua RT 03 sekaligus pelaku UMKM di Dusun 3, menyebut kehadiran mahasiswa KKN memberikan manfaat bagi para pelaku usaha di lingkungannya.
“Program ini sangat bermanfaat bagi para pelaku UMKM di Desa Bunisari. Kehadiran mahasiswa KKN memberikan semangat baru bagi kami untuk terus mengembangkan usaha dan mengikuti perkembangan zaman. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan agar semakin banyak UMKM yang merasakan manfaatnya,” ungkapnya.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 254 berharap kesadaran pelaku UMKM terhadap pentingnya legalitas usaha dan pemanfaatan teknologi digital semakin meningkat.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat terus diperkuat sehingga UMKM Desa Bunisari mampu berkembang, meningkatkan daya saing, serta memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat.












