Dinkes Cianjur Temukan Banyak Kasus HIV/AIDS

Krisis Anggaran 'Makan Korban', Ratusan Ribu Peserta UHC di Cianjur Terancam Dinonaktifkan
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, I Made Setiawan.(Cianjur Ekspres/Fauzi Noviandi)

CIANJUREKSPRES.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur menemukan banyak kasus HIV/AIDS dalam beberapa waktu terakhir setelah aktif melakukan penelusuran.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, I Made Setiawan, menjelaskan, peningkatan angka tersebut bukan sepenuhnya mencerminkan lonjakan penularan, melainkan dampak dari masifnya kegiatan screening yang kini dilakukan secara lebih luas dan intensif.

“Sekarang kami lebih aktif melakukan pemeriksaan, terutama pada ibu hamil dan kelompok berisiko. Jadi kasus yang ditemukan lebih banyak karena pencarian yang lebih gencar,” ujarnya kepada wartawan, Rabu 8 April 2026.

Dia menambahkan, sebelumnya banyak kasus yang tidak terdeteksi karena keterbatasan jangkauan pemeriksaan. Dengan peningkatan upaya di lapangan, kasus-kasus yang tersembunyi kini mulai terungkap.

Dari hasil pendataan, kelompok laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL) menjadi salah satu yang paling dominan dalam temuan kasus saat ini.

“Kelompok LSL cukup menonjol dalam data yang kami miliki saat ini,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga perilaku hidup sehat dan menghindari risiko penularan, seperti hubungan seksual tidak aman maupun penggunaan jarum suntik secara bergantian.

Menurutnya, kesadaran individu menjadi kunci utama dalam menekan penyebaran HIV/AIDS.

“Penyakit ini sangat berkaitan dengan perilaku. Jika masyarakat bisa menjaga diri sesuai norma dan kesehatan, maka risiko penularan bisa dihindari,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengingatkan tenaga kesehatan untuk selalu disiplin dalam menerapkan standar operasional prosedur saat bertugas, terutama dalam tindakan medis yang berisiko.

“Tenaga kesehatan juga harus waspada, misalnya saat menggunakan jarum suntik. Kepatuhan terhadap SOP sangat penting untuk mencegah penularan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *