Debu Vulkanik Selimuti Cianjur, Permintaan Masker Meningkat

CIANJUREKSPRES.ID – Permintaan masker di sejumlah wilayah Kabupaten Cianjur mengalami peningkatan, seiring munculnya debu vulkanik yang diduga terbawa ke wilayah tersebut akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Peningkatan pembelian masker salah satunya terjadi di kawasan Bojong, Kecamatan Karangtengah, pada Minggu 6 September 2026. Warga yang beraktivitas di luar rumah, termasuk saat kegiatan car free day, terlihat mulai menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan.

Asisten apoteker di Apotek Bojong, Baldan (20), mengatakan, pembelian masker pada Minggu pagi lebih tinggi dibandingkan hari biasanya.

“Biasanya yang membeli masker itu orang-orang dari tenaga kesehatan. Tapi tadi pagi ada peningkatan pembelian, apalagi bertepatan dengan kegiatan car free day di Bojong,” kata Baldan kepada wartawan.

Menurutnya, peningkatan permintaan tersebut membuat stok masker di apotek berkurang cukup cepat. Dari dua dus masker yang tersedia, sebagian besar telah terjual sejak pagi.

“Stoknya cuma dua dus, itu habis, tinggal sedikit. Jadi bisa dibilang memang ada peningkatan dibanding hari biasanya,” ujarnya.

Baldan menuturkan, pihaknya juga telah menerima imbauan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur agar masyarakat menjaga kesehatan selama kondisi udara dipenuhi debu.

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan dianjurkan menggunakan masker sebagai langkah perlindungan, terutama bagi mereka yang berada di kawasan terdampak paparan debu.

Dia menyebut, debu halus juga terlihat menempel di sejumlah bagian bangunan apotek, mulai dari etalase hingga teras.

“Kalau kepada masyarakat tentunya pakai masker dan minum vitamin,” katanya.

Kondisi serupa terjadi di toko retail yang berada di kawasan Bojong. Kasir toko, Mariam (28), mengatakan masker menjadi salah satu barang yang banyak ditanyakan dan dibeli warga sejak pagi.

“Pagi-pagi stok masker langsung diserbu pembeli. Kebanyakan yang dicari masker anak-anak, selain itu masker untuk dewasa juga banyak,” ungkapnya.

Mariam menduga meningkatnya pembelian masker berkaitan dengan kondisi udara yang mulai dipenuhi debu akibat aktivitas erupsi gunung.

Dia bahkan mengaku melihat debu halus di sekitar rumahnya sebelum berangkat bekerja.

“Memang banyak orang yang menanyakan masker. Tadi kan ada car free day juga, jadi banyak yang memakai masker,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *