CIANJUREKSPRES.ID- Istilah “Cacing Kemayoran” mendadak viral di media sosial setelah Persija Jakarta kalah 1-2 dari rival abadinya, Persib Bandung, pada laga pekan ke-32 Super League di Stadion Segiri, Samarinda.
Julukan tersebut ramai digunakan warganet usai beredarnya video dan foto spanduk suporter Persija sebelum pertandingan dimulai. Dalam spanduk itu tertulis kalimat provokatif, “Kalah Jadi Cacing, Menang Jadi Naga!”
Tulisan tersebut awalnya dimaksudkan sebagai bentuk motivasi dan psywar untuk membakar semangat tim dalam duel panas bertajuk El Clasico Indonesia.
Namun hasil pertandingan justru berbalik menjadi bumerang bagi kubu Macan Kemayoran.
Dalam laga tersebut, Persija Jakarta sempat unggul lebih dulu melalui gol Alaeddine Ajaraie pada menit ke-20.
Keunggulan Persija bertahan hingga babak pertama usai. Namun memasuki babak kedua, Persib Bandung berhasil bangkit dan membalikkan keadaan lewat dua gol dari Adam Alis.
Persib akhirnya menang dengan skor 2-1 hingga peluit panjang dibunyikan.
Kekalahan tersebut langsung memicu gelombang sindiran di media sosial. Warganet dan pendukung Persib ramai-ramai memplesetkan julukan “Macan Kemayoran” menjadi “Cacing Kemayoran”.
Berbagai meme, video editan, hingga komentar satire pun membanjiri TikTok, Instagram, dan platform X.
Tak sedikit netizen menyebut slogan dalam spanduk tersebut sebagai “senjata makan tuan” karena justru menjadi bahan olokan setelah Persija gagal menang.
Selain viral di media sosial, kekalahan itu juga berdampak besar bagi posisi Persija di klasemen. Hasil tersebut membuat peluang Persija untuk meraih gelar juara musim ini resmi tertutup setelah tertahan di angka 65 poin.
Sementara itu, kemenangan atas rival abadi semakin memperkuat posisi Persib Bandung dalam perburuan gelar musim ini.
Di sisi lain, beberapa tokoh senior Jakmania dikabarkan turut menyoroti penggunaan slogan provokatif tersebut karena dinilai terlalu berisiko dan dapat menjadi bahan bully besar apabila tim mengalami kekalahan.












