CIANJUREKSPRES.ID– Masyarakat di berbagai daerah Indonesia diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi selama tiga hari ke depan, mulai 27 hingga 29 Juni 2026. Sejumlah provinsi berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang.
Berdasarkan prakiraan cuaca, beberapa wilayah bahkan berstatus Siaga karena berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat yang berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan genangan.
Pada 27 Juni 2026, wilayah yang perlu mewaspadai hujan sedang hingga lebat antara lain Aceh, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara. Angin kencang juga berpotensi terjadi di Bali, Banten, Jawa Barat, Kepulauan Bangka Belitung, serta Nusa Tenggara Timur.
Memasuki 28 Juni 2026, potensi cuaca ekstrem meningkat di beberapa wilayah. Aceh, Riau, dan Sumatera Utara berstatus Siaga dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat. Sementara hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Bengkulu, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, Papua, Papua Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, serta sejumlah wilayah lainnya.
Pada 29 Juni 2026, Kalimantan Tengah menjadi satu-satunya provinsi yang berstatus Siaga akibat potensi hujan lebat hingga sangat lebat. Sementara hujan sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di Aceh, Banten, Bengkulu, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Maluku, Papua Barat, Papua Pegunungan, Sulawesi Barat, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.
Wilayah Banten dan Jawa Barat menjadi daerah yang perlu mendapat perhatian khusus karena selama tiga hari berturut-turut berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang.
Masyarakat yang berada di kawasan rawan banjir, longsor, maupun daerah pesisir diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terbaru serta menghindari aktivitas di lokasi berisiko saat hujan deras dan angin kencang berlangsung.
Selain itu, pengguna jalan juga diminta berhati-hati terhadap kemungkinan berkurangnya jarak pandang, genangan air, hingga pohon tumbang yang dapat mengganggu perjalanan.
Dengan meningkatnya potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah, kesiapsiagaan masyarakat menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan.












