CIANJUREKSPRES.ID– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis Dasarian III Juli 2026. Sejumlah wilayah di Indonesia masuk dalam kategori Waspada dan Siaga akibat berkurangnya curah hujan yang berpotensi memicu kekeringan.
Berdasarkan data BMKG, sebanyak 19 provinsi tercatat mengalami potensi kekeringan dengan tingkat risiko yang berbeda. Hingga Dasarian III Juli 2026, belum ada daerah yang ditetapkan dalam kategori Awas.
Di Jawa Barat, sejumlah kabupaten dan kota masuk kategori Siaga, di antaranya Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Garut, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Tasikmalaya, serta Kota Banjar, Kota Bekasi, Kota Cimahi, Kota Sukabumi, dan Kota Tasikmalaya.
Selain Jawa Barat, potensi kekeringan juga meluas ke berbagai wilayah lain seperti Banten, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Gorontalo, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara.
BMKG menyebut status tersebut merupakan peringatan dini agar pemerintah daerah, pelaku pertanian, dan masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau, terutama terhadap ketersediaan air bersih, sektor pertanian, dan potensi kebakaran hutan maupun lahan.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau menggunakan air secara bijak, menghemat penggunaan air bersih, serta mengikuti perkembangan informasi cuaca dan iklim yang disampaikan BMKG. Pemerintah daerah juga diharapkan menyiapkan langkah mitigasi sejak dini guna meminimalkan dampak kekeringan terhadap aktivitas masyarakat.
Peringatan dini ini akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi curah hujan dan dinamika iklim di berbagai wilayah Indonesia selama musim kemarau berlangsung.












