CIANJUREKSPRS.ID- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang lebih dikenal dengan sapaan Gus Kikin merupakan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang kini dipercaya menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031.
Gus Kikin lahir dari pasangan KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma’shum. Ia berasal dari keluarga yang memiliki hubungan erat dengan sejarah dan perkembangan Nahdlatul Ulama.
Dari garis keturunannya, Gus Kikin merupakan cucu Nyai Hj Khoiriyah Hasyim. Nyai Khoiriyah merupakan putri sulung Hadratus Syaikh KH M Hasyim Asy’ari, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama sekaligus ulama besar yang memiliki peran penting dalam sejarah pesantren di Indonesia.
Silsilah keluarga Gus Kikin juga terhubung dengan KH Anwar bin Alwi, sosok yang dikenal sebagai pendiri Pesantren Tarbiyatun Nasyi’in Paculgowang, Jombang.
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng
Selain aktif dalam organisasi NU, Gus Kikin dikenal sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.
Ia dipercaya melanjutkan estafet kepemimpinan pesantren setelah wafatnya KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah. Penunjukan Gus Kikin sebagai penerus kepemimpinan Tebuireng sebenarnya telah dipersiapkan melalui musyawarah keluarga besar pesantren sejak 2016.
Di bawah kepemimpinannya, jaringan pendidikan Pesantren Tebuireng terus mengalami perkembangan. Saat ini, jaringan Pesantren Tebuireng telah memiliki sejumlah cabang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Cabang-cabang tersebut berada di sejumlah daerah, antara lain Riau, Jakarta, Maluku, hingga Kalimantan Timur. Perkembangan tersebut menunjukkan upaya memperluas akses pendidikan pesantren ke berbagai daerah di Indonesia.
Aktif di Dunia Pendidikan dan Bisnis
Gus Kikin tidak hanya dikenal melalui kiprahnya di lingkungan pesantren dan organisasi keagamaan. Ia juga memiliki pengalaman di sektor bisnis.
Pengalaman tersebut melengkapi kiprahnya dalam mengelola berbagai kegiatan dan pengembangan lembaga pendidikan pesantren. Latar belakang keluarga pesantren serta pengalamannya di berbagai bidang menjadi bagian dari perjalanan Gus Kikin hingga dipercaya memegang posisi penting di lingkungan NU.
Terpilih sebagai Ketua Umum PBNU
Nama Gus Kikin semakin menjadi perhatian setelah dirinya masuk dalam bursa kandidat Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU.
Dalam proses pencalonan, Gus Kikin memperoleh dukungan dari PWNU Jawa Timur dan sejumlah PCNU di wilayah tersebut. Ia kemudian ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031 melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA).
Penetapan tersebut dilakukan melalui musyawarah mufakat dalam Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Dengan amanah tersebut, Gus Kikin akan memimpin PBNU untuk periode lima tahun ke depan bersama Rais Aam terpilih. Kepemimpinannya diharapkan dapat membawa NU terus berkembang sekaligus memperkuat peran organisasi dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan kemasyarakatan.












