CIANJUREKSPRES.ID- Badan Gizi Nasional melakukan penyesuaian pola distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari dukungan terhadap kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Meski demikian, kualitas layanan dan pemenuhan gizi bagi penerima manfaat dipastikan tetap terjaga.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, menjelaskan bahwa perubahan dilakukan pada jadwal distribusi MBG yang sebelumnya enam hari menjadi lima hari dalam satu minggu. Kebijakan ini disesuaikan dengan hari aktif kegiatan belajar siswa di sekolah.
Menurut Sony, langkah tersebut diambil untuk membuat distribusi bantuan makanan lebih efektif, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan peserta didik di lapangan.
Ia menegaskan bahwa penyaluran MBG ke depan hanya dilakukan saat siswa berada di sekolah dan mengikuti proses belajar mengajar secara langsung. Jika siswa sedang libur atau mengikuti kegiatan di luar sekolah, maka distribusi makanan tidak dilakukan.
Selain itu, BGN juga resmi menghentikan sistem bundling makanan yang sebelumnya diterapkan saat terdapat hari libur sekolah di tengah pekan.
Sebelumnya, apabila ada jadwal libur, makanan untuk hari tersebut dibagikan lebih awal dalam bentuk paket yang dibawa pulang oleh siswa. Namun kini pola tersebut tidak lagi diberlakukan sebagai bagian dari penyesuaian operasional program.
Sony memastikan bahwa kebijakan efisiensi ini tidak berdampak pada pengurangan nilai bantuan maupun kualitas makanan yang diterima masyarakat. Penyesuaian hanya dilakukan pada tata kelola dan sistem distribusi agar penggunaan anggaran negara menjadi lebih optimal.
BGN menilai langkah ini juga menjadi bagian dari penguatan tata kelola Program MBG secara nasional, terutama dalam memastikan distribusi makanan berlangsung sesuai kebutuhan riil penerima manfaat.
Selain mendukung efisiensi anggaran pemerintah, kebijakan baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas distribusi, mengurangi potensi pemborosan, serta menjaga kualitas makanan tetap baik ketika diterima peserta didik.
BGN menegaskan bahwa seluruh penyesuaian operasional Program Makan Bergizi Gratis tetap mengutamakan keberlanjutan layanan gizi, akuntabilitas program, dan optimalisasi manfaat bagi masyarakat.












