CIANJUREKSPRES.ID- Argentina menutup fase Grup J Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Yordania. Hasil tersebut semakin mengukuhkan dominasi La Albiceleste yang tampil impresif sepanjang babak penyisihan grup.
Meski gagal mencatatkan tiga laga tanpa kebobolan setelah Yordania mencetak satu gol melalui Mousa Al Tamari di babak kedua, Argentina tetap berhasil menyapu bersih tiga pertandingan dengan kemenangan.
Gol Yordania tercipta sesaat sebelum Lionel Messi masuk dari bangku cadangan. Namun kehadiran sang kapten kembali memberikan dampak besar bagi tim. Messi sukses mencatatkan namanya di papan skor dan memperpanjang rekor luar biasanya dengan selalu mencetak gol dalam tujuh pertandingan beruntun di putaran final Piala Dunia. Kini, koleksi gol Messi di ajang Piala Dunia telah mencapai 19 gol.
Penampilan Messi kembali menuai pujian dari rekan-rekan setimnya. Penyerang muda Argentina, Giuliano Simeone, menyebut sang megabintang sebagai pemain terbaik sepanjang masa yang terus membuktikan kualitasnya di setiap kesempatan.
“Messi adalah yang terbaik di dunia dan yang terbaik sepanjang sejarah. Dia terus menunjukkan kualitas luar biasa. Setiap hari kami melihat bagaimana dia berlatih dan menjaga kondisinya. Semua yang dilakukannya sangat mengagumkan,” ujar Simeone.
Kekaguman serupa juga disampaikan Nico Paz. Pemain muda yang terpaut usia 18 tahun dari Messi itu mengaku masih takjub melihat performa sang kapten yang tetap berada di level tertinggi meski telah berusia 39 tahun.
“Messi selalu mampu menghadirkan sesuatu yang baru. Dia adalah pemain terbaik dalam sejarah dan hingga sekarang masih bisa menunjukkan kualitas luar biasa. Kami semua sangat senang melihatnya kembali mencetak gol,” kata Paz.
Pada pertandingan tersebut, pelatih Lionel Scaloni melakukan sembilan perubahan dalam susunan pemain inti. Meski tampil dengan komposisi berbeda, Argentina tetap mampu mengendalikan jalannya laga dan mendominasi penguasaan bola.
Menurut Nico Paz, timnya menjalankan strategi dengan sabar untuk membongkar pertahanan rapat yang diterapkan Yordania.
“Kami tahu mereka akan bermain sangat defensif. Karena itu kami harus sabar mengalirkan bola hingga menemukan celah. Saya rasa kami menjalankan rencana permainan dengan baik,” jelasnya.
Sementara itu, Simeone mengaku puas dengan performa tim secara keseluruhan meski sedikit kecewa karena gagal mempertahankan catatan nirbobol.
“Saya senang dengan hasil ini dan cara tim bermain. Kami bekerja keras sepanjang pertandingan. Memang disayangkan kebobolan satu gol, tetapi secara keseluruhan kami tampil sangat baik,” tambahnya.
Laga melawan Yordania menjadi penampilan kedua Argentina di Dallas Stadium selama Piala Dunia 2026. Dukungan ribuan suporter yang memadati stadion kembali menciptakan atmosfer luar biasa bagi tim asuhan Lionel Scaloni.
Nico Paz bahkan menyebut suasana yang tercipta hampir menyerupai pertandingan kandang di Buenos Aires.
“Dukungan para suporter sangat luar biasa. Rasanya seperti bermain di kandang sendiri. Mendengar mereka bernyanyi sepanjang pertandingan benar-benar memberikan energi tambahan bagi kami di lapangan,” tutup Paz.
Dengan kemenangan ini, Argentina melangkah ke babak gugur dengan kepercayaan diri tinggi dan kembali menunjukkan status mereka sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026.












