CIANJUREKSPRES.ID- Harapan Timnas Argentina untuk mempertahankan gelar juara Piala Dunia harus pupus setelah takluk 0-1 dari Spanyol pada partai final Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion MetLife, New Jersey, Minggu (19/7/2026). Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan La Albiceleste yang sebelumnya berstatus sebagai juara bertahan sejak menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar.
Sepanjang pertandingan, Argentina kesulitan mengembangkan permainan akibat dominasi penguasaan bola yang diperagakan Spanyol. Tim asuhan La Roja tampil lebih agresif sejak menit awal, sedangkan Argentina lebih banyak bertahan dan kesulitan menciptakan peluang berbahaya.
Lini serang Argentina yang dipimpin Lionel Messi gagal memberikan ancaman berarti. Bahkan hingga pertandingan berakhir, Argentina tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran ke gawang Spanyol. Kokohnya pertahanan lawan membuat upaya Albiceleste untuk mempertahankan mahkota juara dunia tidak berjalan sesuai harapan.
Pertandingan yang berlangsung ketat tanpa gol selama 90 menit akhirnya berlanjut ke babak perpanjangan waktu. Spanyol berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-106 melalui Ferran Torres yang memanfaatkan umpan matang Nico Williams sebelum melepaskan tendangan keras yang tak mampu dihentikan Emiliano Martinez.
Situasi semakin sulit bagi Argentina setelah Enzo Fernandez harus meninggalkan lapangan akibat menerima kartu kuning kedua pada babak tambahan. Bermain dengan 10 orang membuat Argentina semakin kesulitan mengejar ketertinggalan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kekalahan ini sekaligus menggagalkan ambisi Argentina mempertahankan gelar Piala Dunia yang mereka raih pada edisi 2022. Sebaliknya, Spanyol sukses mengakhiri penantian panjang dengan kembali mengangkat trofi Piala Dunia sekaligus melanjutkan dominasi mereka di pentas sepak bola internasional.
Selain meraih gelar juara dunia, Spanyol juga mencatat sejarah sebagai negara pertama yang berhasil menyandingkan gelar juara Piala Dunia putra dan putri, setelah tim putri mereka lebih dahulu menjadi kampiun pada edisi 2023. Sementara bagi Argentina, hasil ini menjadi akhir yang pahit setelah tampil impresif sepanjang turnamen namun gagal mempertahankan supremasi di laga puncak.












