CIANJUREKSPRES.ID – Kebijakan pemerintah pusat terkait pengangkatan PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu bakal diterapkan di Kabupaten Cianjur. Namun, rencana tersebut masih dipikirkan Bupati Cianjur karena kondisi anggaran daerah saat ini tengah dalam efisiensi.
Sebanyak sekitar 2.000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kabupaten Cianjur itu berpeluang beralih status menjadi penuh waktu pada 2027.
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, mengatakan, Pemkab Cianjur akan mengikuti kebijakan yang ditetapkan pemerintah pusat terkait perubahan status PPPK paruh waktu tersebut.
“Ya kami sesuai dengan tentunya dari pemerintah pusat, kami akan laksanakan di Kabupaten Cianjur. Kami pun akan menyiapkan prosedurnya agar secara administratif nanti bisa selesai,” ujar, Rabu 19 Agustus 2026.
Menurutnya, kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian bagi para PPPK paruh waktu mengenai status dan keberlanjutan pekerjaan mereka sebagai aparatur pemerintah.
“Kami harapkan dengan adanya kebijakan ini bisa kemudian memastikan dan juga menjaga PPPK agar mereka tidak lagi khawatir tentang posisinya,” katanya.
Namun, perubahan status tersebut juga berkaitan dengan kesiapan anggaran daerah, khususnya untuk memenuhi kebutuhan belanja pegawai dan gaji.
Wahyu mengakui kondisi keuangan daerah saat ini masih dalam situasi efisiensi dan anggaran menjadi terbatas. Maka dari itu, Pemkab Cianjur perlu memperhitungkan kemampuan anggaran sebelum melakukan pengangkatan baru.
“Dengan Cianjur sedang efisiensi, kami juga melihat mengenai anggaran saat ini pas sekali kebetulan. Sehingga untuk pengangkatan yang baru itu kami masih memikirkan,” katanya.
Meski begitu, dia menegaskan kondisi tersebut berbeda dengan PPPK yang statusnya sudah diangkat dan nantinya mendapatkan perubahan status sesuai kebijakan pemerintah pusat.
“Untuk yang sudah diangkat dan naik statusnya itu tidak masalah,” ucapnya.
Wahyu juga berharap pemerintah pusat untuk mendorong anggaran ke daerah dalam proses perubahan status PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu agar dapat teratasi.
“Ya betul, dan akan mendapat kabar juga dari pemerintah pusat itu akan menganggarkan untuk pembantuan anggaran,” pungkasnya.












