Anak-anak Semringah Bisa Meluncur dengan Sepeda di Jalan Beton Hasil TMMD ke-129

Anak-anak Kampung Cimenteng, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur tampak semringah saat berseluncur dengan sepeda di jalan beton hasil dari Program TMMD ke-129, Selasa, 2 Agustus 2026. (Foto: Cianjur Ekspres/Akmal Esa Nugraha)

CIANJUREKSPRES.ID – Dua bocah meluncur dengan sepeda di jalan beton yang menurun. Tawanya pecah, senyumnya lebar. Saking senangnya, mereka tertawa sampai matanya menyipit, mungkin saja giginya pun kering.

Anak-anak semringah, akhirnya bisa bersepeda di jalan yang telah dibangun oleh personel TNI AD lewat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Kampung Citamiang dan Sindang, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur.

Tak lama kemudian, keduanya menuntun lagi sepedanya ke bagian yang lebih tinggi, untuk meluncur lagi. Tim Cianjur Ekspres yang didampingi personel TNI AD dari Kodim 0608/Cianjur, beberapa kali harus menyetop dua bocah itu agar tak terlalu cepat saat meluncur, takut jatuh dan terluka.

Tapi tetap saja, namanya anak laki-laki, tak bisa dilarang. Keduanya kembali melakukan hal yang sama.

“Jalan na sae! (Jalannya bagus!),” kata mereka, menuntun kembali sepedanya ke atas, masih tertawa.

Tim Cianjur Ekspres mendapati momen itu saat datang langsung ke lokasi, wilayah terujung di Kabupaten Cianjur pada Sabtu, 2 Agustus 2026 lalu. Saat pembangunan 871 meter jalan beton dan 90 meter jalan hotmix telah rampung dibangun.

Tim Cianjur Ekspres sangat paham dengan perasaan anak-anak itu. Pasalnya jalan menuju Kampung Cimenteng dan Sindang, sangat tidak layak karena masih jalan tanah berbatu. Kemungkinan besar, sepeda tak bisa melaju dengan mulus di sana.

Jalan Offroad

Dari pusat Pemerintahan Kabupaten Cianjur, lokasi TMMD ke-129 itu berjarak kurang lebih 98 kilometer, dengan prakiraan waktu tempuh 4,5 jam, tanpa istirahat. Informasi itu lah yang tercantum di aplikasi Google Maps.

Soal jarak, data itu mungkin tepat, tapi soal jarak tempuh, jauh dari kata presisi, sangat jauh. Setidaknya itu yang Tim Cianjur Ekspres rasakan.

Tim mencoba merasakan perjalanan menggunakan motor, total 4 motor, 3 motor berkaki-kaki tinggi, 1 motor metik yang cukup pendek. Dari Cianjur, kami berangkat Sabtu, 1 Agustus 2026 sore.

Sengaja berangkat sore, karena Tim Cianjur Ekspres singgah terlebih dahulu di Curug Citambur untuk menginap, sebelum esok paginya berangkat ke lokasi TMMD.

Untuk menuju lokasi TMMD ke-129 di Cianjur itu, dari Kecamatan Pasirkuda, kita akan keluar teritori Kabupaten Cianjur, masuk ke wilayah Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.

Kemudian, dari Simpang Padasuka Cianjur, masuk ke area perkebunan teh menuju Desa Mekarmukti, dari situ lah perjuangan kami dimulai.

Panjang jalannya tak lebih dari 10 kilometer, tapi rasanya sangat jauh. Motor yang kami gunakan, bergetar hebat, lengan dan telapak tangan kami cepat pegal akibat jalan berbatu, ditambah efek perjalanan jauh dari hari sebelumnya..

Jalan Cireundeu, jalan provinsi yang kami lewati cukup membuat letih, Tim Cianjur Ekspres berharap di depan akan membaik. Tapi ternyata, jalannya semakin memburuk saat sudah memasuki jalan kabupaten di Desa Mekarmukti.

Batunya lebih besar dari jalan sebelumnya, jalurnya menurun cukup ekstrem dan berkelok. Jika saja kami adalah tim dari komunitas motorcross yang sedang ngegas, mungkin kami akan senang karena dapat jalur offroad.

Lebih dari 1 jam perjalanan yang lumayan horor bagi motor Tim Cianjur Ekspres itu, akhirnya kami sampai di Posko TMMD ke-129 di Desa Mekarmukti. Di sana terlihat masih ada 2 mobil pengaduk semen kecil terparkir dekat masjid, sebelum dipulangkan karena tugasnya rampung.

Tim Cianjur Ekspres menyimpulkan, pelaksanaan TMMD ke-129 di Desa Mekarmukti, memang tepat sasaran.

Kopi Ngabret

Diarahkan oleh petugas posko, Tim Cianjur Ekspres bertemu dengan Ketua RT 08/RW 03, Kampung Citamiang, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, Alo Supriatna (55).

Alo Supriatna, perawakannya kecil namun tampaknya sangat aktif dan periang. Suaranya lantang dan mengaku masih berjiwa muda.

Alo ternyata turut andil dalam program TMMD ke-129 itu, dengan membantu pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di Masjid Jami Al-Ikhlas Cimenteng, 1 dari 5 titik MCK yang dibangun TNI.

Sehari-hari, dia adalah petani di kebun kopi. di kebun ada 1.000 pohon kopi. Di sana, kopinya dikenal dengan nama Kopi Ngabret.

Ada alasan kenapa disebut Kopi Ngabret. Menurut Alo, karena jalan yang rusak memaksa mobil pengangkut kopi hasil panen, ngegas di jalan butut itu.

“Jadi kudu (harus) ngabret di jalan sini mah, makanya namanya jadi Kopi Ngabret. Kalau jalannya nanti dapat bantuan TMMD lagi, pasti namanya kembali jadi Kopi Cimenteng,” kata Alo, berkelakar tapi penuh harap.

Dia mengatakan, jalan kabupaten yang ada di Desa Mekarmukti totalnya 12 kilometer, baru sebagian saja yang tersentuh bantuan. Dari Kampung Cimenteng hingga perbatasan Kabupaten Bandung, tinggal 3 kilometer yang belum dibenahi.

“Maunya nanti di program TMMD selanjutnya (ke-130), bisa dibangun lagi jalan sampai perbatasan Bandung. Karena jalanyang sudah diperbaiki ini akan diwariskan turun temurun ke anak cucu warga-warga sini,” jelas Alo.

Alo ingat, sudah beberapa kali dirinya dan RT-RT sebelumnya mengajukan pembangunan bantuan jalan, tapi baru kali ini, oleh TNI, cita-cita warga terkabulkan.

“Kami bersyukur, daerah kami dapat bantuan dari TMMD, baik itu jalan, MCK, sampai bantuan rumah bagi warga dengan rumah tidak layak huni (rutilahu). Di Cimenteng, Alhamdulillah ada 2 warga yang dapat bantuan pembangunan rumah. Keduanya memang layak mendapatkannya,” kata Alo.

TMMD Rampung

Komandan Resor Militer (Danrem) 061/Suryakencana, Brigjen TNI Thomas Rajunio, mengatakan, TMMD ke-129 di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibinong, merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah dan TNI AD di bawah Kodam III/Siliwangi, dibantu personel dari Polri untuk sepenuhnya kemaslahatan rakyat

“Saya mengecek sendiri, sesuai laporan tadi untuk pembangunan fisik dan non-fisik sudah dilaksanakan, nanti akan kita lihat apakah itu sesuai dengan harapan. Akan tetapi beberapa waktu lalu, Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) Mabes TNI AD, Brigjen TNI Edi Yusnandar, sudah menyatakan progresnya sesuai dengan standar yang kita inginkan,” ujar Thomas Rajunio saat penutupan TMMD ke-129 di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibinong, Kamis 13 Agustus 2026.

Program tersebut, lanjutnya adalah bagian dari keperdulian TNI AD pada masyarakat, dari banyaknya program-program unggulan dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jendral TNI Maruli Simanjuntak.

“Khususnya adalah pipanisasi, rutilahu. Hari ini juga Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto secara serentak meresmikan Jembatan Merah Putih baik yang dibangun TNI maupun Polri,” katanya.

Menurutnya, tenggat waktu satu bulan TMMD dari 15 Juli hingga 13 Agustus 2026 memang sangat singkat, namun pihaknya berterima kasih pada para pihak yang telah berkontribusi, sehingga semua target pembangunan fisik, baik itu betonisasi, pipanisasi, pembangunan rutilahu, hingga MCK rampung.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar TNI dan juga seluruh rekan-rekan yang berkontribusi termasuk Polri. Lalu juga seluruh instansi termasuk juga masyarakat yang bersama-sama membangun Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibinong ini,” ucap Thomas.

“Dan Alhamdulillah dengan program TMMD ini, sekarang bisa terwujud jalan yang bisa dilalui dengan lancar. Doakan ruas jalan yang lain inshaAllah menyusul secepatnya,” imbuhnya lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *