Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo bersama Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, melakukan peninjauan langsung ke Gerbang Tol Kalikangkung, Jalan Tol Batang–Semarang, pada Sabtu (28/03/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur dalam menghadapi arus balik Idulfitri 1447 H/2026.
Rivan menyampaikan bahwa kondisi arus balik saat ini terpantau ramai namun tetap lancar. Setelah puncak arus pada 24 Maret berhasil diantisipasi, peningkatan volume kendaraan pada 28–29 Maret diperkirakan masih dapat dikelola dengan baik melalui koordinasi bersama berbagai pihak terkait.
Ia menegaskan, seluruh ruas tol yang dikelola Jasa Marga telah dipersiapkan secara optimal guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya bagi pengguna jalan yang kembali menuju Jakarta. Upaya tersebut dilakukan untuk menjamin perjalanan yang aman, nyaman, dan selamat selama melintas di jalan tol.
Dalam mendukung kelancaran arus lalu lintas, Jasa Marga juga menjalankan sejumlah rekayasa lalu lintas seperti sistem one way dan contraflow atas diskresi kepolisian. Kebijakan ini didasarkan pada pemantauan kondisi lalu lintas secara real time melalui pusat kendali serta laporan petugas di lapangan, terutama di jalur menuju Jakarta.
Selain pengaturan lalu lintas, kesiapan infrastruktur juga menjadi perhatian utama, termasuk kondisi jalan tol dan fasilitas rest area. Evaluasi dan penataan rest area terus dilakukan, baik dari sisi kapasitas maupun pengaturan arus kendaraan. Pengguna jalan juga disarankan memanfaatkan rest area alternatif di luar tol jika terjadi kepadatan di titik utama.
Berdasarkan data hingga 27 Maret 2026, tercatat sekitar 2,5 juta kendaraan atau 75 persen dari total proyeksi telah kembali ke wilayah Jabotabek. Artinya, masih terdapat sekitar 25 persen kendaraan yang diperkirakan melakukan perjalanan arus balik pada 28–29 Maret 2026.
Sementara itu, Menteri PU Dody Hanggodo memastikan kualitas jalan tol tetap terjaga, meskipun dihadapkan pada kondisi cuaca hujan dan tingginya volume kendaraan. Ia menegaskan bahwa perbaikan jalan telah dilakukan sebelum masa mudik, dan apabila ditemukan kerusakan seperti lubang, perbaikan akan segera dilakukan maksimal dalam waktu 1×24 jam.
Jasa Marga juga memastikan tidak ada pekerjaan konstruksi besar selama periode mudik dan arus balik berlangsung. Di sisi lain, pemanfaatan layanan digital seperti aplikasi Travoy terus dioptimalkan untuk membantu pengguna jalan mendapatkan informasi terkait tarif tol, kondisi lalu lintas, hingga pengisian saldo uang elektronik.
Masyarakat diimbau untuk memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan. Selain itu, pengguna jalan juga diminta mematuhi rambu serta arahan petugas, serta mengatur waktu istirahat dengan bijak agar tidak terjadi penumpukan di rest area.
Dengan dukungan infrastruktur yang memadai dan sinergi antarinstansi, arus balik Lebaran 2026 diharapkan dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.












