2.079 Calon Siswa Tak Lolos SPMB Online SMP Negeri di Cianjur

Kebutuhan Guru SMP di Cianjur Meningkat, Disdikpora Sebut Ada yang Mengajar hingga 38 Jam Sepekan
Kepala Bidang SMP Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ipan Sopandi. (Foto: Cianjur Ekspres/Moch. Nursidi)

CIANJUREKSPRES.ID – Sebanyak 2.079 calon peserta didik tidak diterima pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) online jenjang SMP negeri di Kabupaten Cianjur tahun ajaran 2026/2027.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur mengimbau para orang tua agar segera mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri maupun swasta, yang masih memiliki daya tampung.

Kepala Bidang SMP Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ipan Sopandi, mengatakan, berdasarkan rekapitulasi SPMB online, jumlah pendaftar mencapai 10.691 siswa, sementara yang diterima sebanyak 8.612 siswa di 21 SMP negeri yang melaksanakan SPMB secara online dengan total 213 rombongan belajar (rombel).

“Dari total pendaftar sebanyak 10.691 orang, yang diterima 8.612 siswa. Artinya ada sekitar 2.079 calon siswa yang belum diterima melalui jalur online,” katanya kepada Cianjur Ekspres, Rabu 8 Juli 2026.

Menurutnya, para calon siswa yang belum diterima masih memiliki kesempatan untuk melanjutkan proses pendaftaran ke sekolah negeri maupun swasta yang masih memiliki kuota, khususnya sekolah yang melaksanakan SPMB secara offline.

Ipan menjelaskan, meskipun tahapan SPMB telah ditutup, sekolah yang masih memiliki daya tampung tetap diperbolehkan menerima peserta didik baru hingga batas akhir pembaruan data pokok pendidikan (Dapodik).

“Yang masih bisa menerima itu khusus sekolah offline, baik negeri maupun swasta, selama masih memiliki daya tampung. Rekapitulasi keseluruhan nanti akan terlihat setelah cut off Dapodik pada 31 Agustus 2026,” ujarnya.

Ipan mengimbau orang tua agar tidak terpaku pada sekolah pilihan pertama apabila anaknya tidak lolos seleksi. Menurutnya, sekolah pilihan kedua maupun ketiga tetap memiliki kualitas pendidikan yang baik.

“Bukan berarti sekolah pilihan kedua itu tidak favorit. Pada dasarnya semua sekolah sama, proses pendidikannya sama dan fasilitas yang diberikan juga tidak akan jauh berbeda,” ucapnya.

Karena itu, Disdikpora meminta orang tua segera memanfaatkan kesempatan yang masih tersedia dengan mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri atau swasta yang masih membuka penerimaan peserta didik sesuai kapasitas yang tersedia. (dik).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *