CIANJUREKSPRES.ID- Indonesia merupakan salah satu negara dengan aktivitas vulkanik tinggi di dunia. Berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire, Indonesia memiliki banyak gunung api yang tersebar dari Sumatera hingga Papua.
Salah satu gunung api yang paling dikenal adalah Krakatau, yang berada di Selat Sunda. Dalam daftar gunung api Tipe A, terdapat Anak Krakatau, gunung yang muncul dari kawasan Krakatau setelah letusan besar Krakatau pada 1883.
Berdasarkan klasifikasi gunung api, Indonesia memiliki gunung berapi yang dikelompokkan ke dalam Tipe A, Tipe B, dan Tipe C. Ketiganya dibedakan berdasarkan riwayat letusan dan aktivitas vulkanik yang masih terlihat.
Dari data tersebut, terdapat 76 gunung api Tipe A, 30 gunung api Tipe B, dan 21 gunung api Tipe C.
76 Gunung Berapi Tipe A di Indonesia
Gunung api Tipe A merupakan kelompok gunung api yang memiliki catatan sejarah letusan sejak tahun 1600. Gunung-gunung tersebut tersebar di Sumatera, Jawa, Bali-Nusa Tenggara, Maluku hingga Sulawesi.
Salah satu yang masuk dalam daftar ini adalah Anak Krakatau di wilayah Sumatera. Nama Krakatau sendiri sangat dikenal dalam sejarah vulkanologi dunia karena letusan besar pada 1883 yang berdampak luas.
Berikut daftar 76 gunung api Tipe A:
Sumatera
- Seulawah Agam
- Peut Sague
- Burni Telong
- Sinabung
- Sorik Marapi
- Marapi
- Tandikat
- Talang
- Kerinci
- Dempo
- Kaba
- Anak Krakatau
Jawa
- Sumbing
- Salak
- Gede
- Tangkuban Parahu
- Guntur
- Papandayan
- Galunggung
- Ciremai
- Slamet
- Dieng
- Sundoro
- Merapi
- Kelud
- Arjuno Welirang
- Bromo
- Semeru
- Lamongan
- Raung
- Ijen
Bali-Nusa Tenggara
- Batur
- Agung
- Rinjani/Barujari
- Tambora
- Sangeangapi
- Inielika
- Inierie
- Ebulobo
- Kelimutu
- Iya
- Rokatenda
- Egon
- Lewotobi Laki-laki
- Lewotobi Perempuan
- Lereboleng
- Ili Boleng
- Ili Lewotolok
- Ili Werung
- Batutara
- Sirung
- Hobal
- Anak Ranakah
Maluku
- Wetar
- Nieuwerkerk
- Wurlali
- Teon
- Nila
- Serua
- Banda Api
- Dukono
- Ibu
- Gamkonora
- Gamalama
- Kie Besi
Sulawesi
- Colo
- Ambang
- Soputan
- Lokon
- Mahawu
- Tangkoko
- Ruang
- Karangetang
- Awu
- Banua Wuhu
- Sangir
Selain Anak Krakatau, beberapa nama gunung yang cukup dikenal masyarakat antara lain Merapi, Semeru, Bromo, Kerinci, Agung, Rinjani, Ruang dan Lewotobi.
30 Gunung Berapi Tipe B
Selain Tipe A, Indonesia juga memiliki 30 gunung api Tipe B. Kelompok ini memiliki catatan sejarah letusan sebelum tahun 1600.
Gunung api Tipe B tersebar di Sumatera, Jawa, Bali-Nusa Tenggara, Maluku dan Sulawesi.
Daftarnya adalah:
- Burni Geureudong – Sumatera
- Sibayak – Sumatera
- Pusuk Bukit – Sumatera
- Talamau – Sumatera
- Sibual-buali – Sumatera
- Sumbing – Sumatera
- Kunyit – Sumatera
- Belirang Beriti – Sumatera
- Bukit Daun – Sumatera
- Lumut Balai – Sumatera
- Sekincau Belirang – Sumatera
- Rajabasa – Sumatera
- Pulosari – Jawa
- Karang – Jawa
- Patuha – Jawa
- Wayang Windu – Jawa
- Talaga Bodas – Jawa
- Ungaran – Jawa
- Merbabu – Jawa
- Lawu – Jawa
- Wilis – Jawa
- Iyang Argopuro – Jawa
- Ilimuda – Bali-Nusa Tenggara
- Ili Labalekan – Bali-Nusa Tenggara
- Yersey – Maluku
- Emperor of China – Maluku
- Manuk – Maluku
- Todoko – Maluku
- Sempu – Sulawesi
- Klabat – Sulawesi
21 Gunung Berapi Tipe C
Sementara itu, gunung api Tipe C merupakan kelompok yang tidak memiliki catatan sejarah letusan. Meski demikian, beberapa gunung dalam kelompok ini masih memperlihatkan jejak aktivitas vulkanik seperti solfatara atau fumarola.
Terdapat 21 gunung api yang masuk dalam kategori Tipe C, yaitu:
- Jaboi – Sumatera
- Gayo Lesten/Kembar – Sumatera
- Helatoba – Sumatera
- Marga Bayur/Besar – Sumatera
- Pematang Bata/Suwoh – Sumatera
- Ulubelu – Sumatera
- Kiaraberes Gagak – Jawa
- Perbakti – Jawa
- Kawah Kamojang – Jawa
- Kawah Manuk – Jawa
- Kawah Karaha – Jawa
- Waesano – Bali-Nusa Tenggara
- Poco Leok – Bali-Nusa Tenggara
- Kaldera Sokoria – Bali-Nusa Tenggara
- Ndetu Napi – Bali-Nusa Tenggara
- Riang Kotang – Bali-Nusa Tenggara
- Batu Kolok – Sulawesi
- Tempang – Sulawesi
- Tampusu – Sulawesi
- Lahendong – Sulawesi
- Sarongsong – Sulawesi
Krakatau dan Aktivitas Gunung Api di Indonesia
Krakatau menjadi salah satu nama yang tidak dapat dilepaskan dari sejarah aktivitas vulkanik Indonesia. Kawasan tersebut memiliki sejarah letusan besar dan kemudian dikenal dengan keberadaan Anak Krakatau.
Keberadaan Anak Krakatau dalam daftar gunung api Tipe A menunjukkan bahwa kawasan gunung api Indonesia memiliki sejarah aktivitas yang panjang dan beragam.
Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan gunung api perlu memahami informasi mengenai aktivitas vulkanik dan mengikuti perkembangan dari lembaga resmi. Aktivitas gunung api dapat berubah sehingga informasi terbaru menjadi penting, terutama ketika terjadi peningkatan aktivitas atau erupsi.
Dengan mengenali daftar gunung api Tipe A, B dan C, termasuk Krakatau dan Anak Krakatau, masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan sekaligus kewaspadaan terhadap potensi bencana vulkanik.












