CIANJUREKSPRES.ID- Perjalanan merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, baik untuk bekerja, belajar, maupun keperluan lainnya. Dalam ajaran Islam, setiap aktivitas dianjurkan untuk diawali dengan doa, termasuk saat hendak bepergian menggunakan kendaraan. Membaca doa naik kendaraan bukan hanya sekadar kebiasaan, tetapi juga bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan dan keselamatan kepada Allah SWT selama di perjalanan.
Saat seseorang melakukan perjalanan, ada banyak hal yang berada di luar kendali manusia. Kondisi jalan, cuaca, hingga situasi lalu lintas bisa berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, doa menjadi salah satu cara untuk menenangkan hati sekaligus menyerahkan segala urusan kepada Tuhan. Dengan membaca doa, seseorang tidak hanya berusaha secara fisik, tetapi juga secara batin agar perjalanan berjalan lancar dan dijauhkan dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Terlebih pada momen Idulfitri, aktivitas perjalanan meningkat secara signifikan. Banyak masyarakat yang melakukan mudik ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga. Volume kendaraan yang meningkat sering kali menyebabkan kemacetan panjang, kepadatan di berbagai jalur transportasi, serta potensi risiko kecelakaan yang lebih tinggi. Dalam situasi seperti ini, penting bagi setiap Muslim untuk tidak hanya mempersiapkan kendaraan dan kondisi fisik, tetapi juga memperkuat doa sebagai bentuk perlindungan diri.
Doa naik kendaraan juga memiliki makna yang mendalam. Selain memohon keselamatan, doa ini mengingatkan manusia bahwa segala sesuatu yang ada di dunia, termasuk kendaraan yang digunakan, merupakan nikmat dari Allah SWT. Dengan membaca doa, seseorang diajak untuk bersyukur atas kemudahan yang diberikan serta menyadari bahwa perjalanan yang dilakukan tidak lepas dari kehendak-Nya.
Selain itu, membaca doa sebelum bepergian juga dapat memberikan ketenangan pikiran. Perasaan cemas atau khawatir saat melakukan perjalanan jauh bisa berkurang ketika seseorang menyerahkan segala urusannya kepada Allah. Hal ini sangat penting, terutama bagi pengemudi, agar tetap fokus dan tidak terbebani oleh rasa takut berlebihan.
Kebiasaan membaca doa juga sebaiknya ditanamkan sejak dini, terutama kepada anak-anak. Dengan membiasakan anak membaca doa sebelum naik kendaraan, mereka akan tumbuh dengan kesadaran spiritual yang kuat serta memahami pentingnya bergantung kepada Tuhan dalam setiap aktivitas. Hal ini tidak hanya membentuk karakter religius, tetapi juga menanamkan rasa aman dan percaya diri saat bepergian.
Selain membaca doa, tentu saja perlu diimbangi dengan usaha nyata, seperti memastikan kendaraan dalam kondisi baik, mematuhi aturan lalu lintas, serta menjaga kesehatan selama perjalanan. Doa dan usaha harus berjalan beriringan agar perjalanan menjadi aman dan nyaman.
Dengan demikian, membaca doa naik kendaraan bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi merupakan bagian penting dari ikhtiar seorang Muslim dalam menjaga keselamatan diri. Di tengah berbagai risiko perjalanan, doa menjadi penguat hati sekaligus pengingat bahwa setiap langkah yang diambil selalu berada dalam pengawasan dan perlindungan Allah SWT.
Ketika berpergian tentunya kita keluar dari rumah. Saat itu terjadi, hendaknya kita membaca doa keluar rumah yang dianjurkan sebagai berikut :
بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ
“Bismillahi Tawakkaltu’ Alalloh, Laa Hawla Wa Laa Quwwata Illaa Billaah.”












