Misteri Kerangka Manusia di Cibeber, Ada Bekas Jeratan Dua Lilitan di Leher

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Bagus Panuntun.(Foto: Cianjur Ekspres/Mochammad Nursidin)

CIANJUREKSPRES.ID – Misteri penemuan kerangka manusia di Kampung Wates, Desa Cibaregbeg, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, mulai menemukan titik terang terkait kondisi jasad korban. Hasil visum luar menunjukkan adanya bekas jeratan tali sebanyak dua lilitan di bagian leher, sementara penyebab kematian masih menunggu hasil autopsi.

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Bagus Panuntun, mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Namun, polisi belum dapat memastikan apakah bekas jeratan tersebut berkaitan langsung dengan penyebab kematian.

“Dari hasil visum luar tidak ada bekas penganiayaan, hanya ditemukan jeratan tali dua kali lilitan di bagian leher. Untuk penyebab kematian, kami masih menunggu hasil autopsi yang rencananya dilakukan minggu ini di RSUD Sayang,” kata Bagus, Selasa 13 Oktober 2026.

Dia menjelaskan, saat pertama kali ditemukan warga pada Minggu 11 Oktober 2026, jasad tersebut tidak berada di dalam karung, melainkan tergeletak di lokasi. Polisi juga menemukan seutas tali di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), serta sebuah tas plastik berwarna hitam dalam keadaan kosong di dekat jasad korban.

Saat ditemukan, kondisi jasad sudah membusuk hingga sebagian besar tubuhnya tinggal tulang belulang. Korban masih mengenakan kaus lengan panjang berwarna biru. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, panjang jasad diperkirakan sekitar 94 sentimeter, dengan perkiraan usia korban antara 8 hingga 10 tahun.

“Diperkirakan jasad tersebut sudah berada di lokasi sekitar 20 hari. Setelah ditemukan, jasad langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Hingga saat ini, polisi belum menerima laporan kehilangan maupun keterangan dari warga yang mengenali korban. Kondisi jasad yang telah membusuk membuat identitasnya sulit diketahui. Karena itu, kepolisian masih menyebut korban sebagai Mr. X atau orang tanpa identitas.

Polisi mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga, khususnya anak berusia sekitar 8 hingga 10 tahun dengan ciri-ciri mengenakan kaus lengan panjang berwarna biru, agar segera melapor. Masyarakat dapat mendatangi RSUD Sayang, Polsek setempat, atau Polres Cianjur untuk membantu proses identifikasi.

Sebelumnya, penemuan jasad tersebut bermula ketika warga mencium bau menyengat dari sekitar lokasi. Awalnya, bau tersebut diduga berasal dari bangkai hewan. Namun, setelah ditelusuri, warga justru menemukan jasad manusia dalam kondisi mengenaskan.

Adong (52), warga setempat, mengatakan, sebagian jaringan tubuh korban diduga telah dimakan hewan, termasuk biawak. Warga sebelumnya juga kerap melaksanakan ronda malam di lingkungan tersebut, tetapi keberadaan jasad itu tidak diketahui hingga ditemukan setelah warga mencari sumber bau menyengat.

Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak pihak kepolisian. Polisi kini masih mendalami identitas korban dan mengumpulkan keterangan untuk mengungkap peristiwa tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *