Tak Ada Jalur Alternatif, Kerusakan Jalan Utama di Kampung Cireundeu Desa Mekarmukti Kecamatan Cibinong Hambat Aktivitas Warga

Tampak kondisi akses jalan utama di wilayah Kampung Cireundeu, Des Mekarmukti, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur yang dipenuhi bebatuan dan tanah.
Tampak kondisi akses jalan utama di wilayah Kampung Cireundeu, Des Mekarmukti, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur yang dipenuhi bebatuan dan tanah.(Cianjur Ekspres/Akmal Esa Nugraha)

CIANJUREKSPRES.ID – Warga Kampung Cireundeu, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, berharap pemerintah segera memperbaiki akses jalan utama yang telah rusak selama puluhan tahun. Kondisi jalan yang dipenuhi bebatuan dan tanah itu dinilai menghambat aktivitas masyarakat, mulai dari mobilitas hingga perekonomian.

Salah seorang warga, Uus (50), mengatakan, masyarakat sudah lama mendambakan jalan yang layak. Menurutnya, sebagian ruas jalan memang mulai diperbaiki melalui pengecoran, namun kondisinya belum menyeluruh.

“Harapan masyarakat tentu ingin jalannya bagus. Memang sekarang alhamdulillah sudah ada yang dicor di beberapa titik, itu sangat membantu. Tapi mudah-mudahan ke depannya bisa diperbaiki semuanya,” katanya, belum lama ini.

Uus menjelaskan, kerusakan jalan tersebut sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu. Berdasarkan cerita orang tuanya, kondisi jalan itu sudah rusak sejak awal 1980-an.

“Kalau menurut cerita ayah saya, jalan ini sudah seperti ini sejak sekitar tahun 1982 atau 1983,” katanya.
Menurutnya, kawasan tersebut sebelumnya merupakan lahan perkebunan. Setelah masa Hak Guna Usaha (HGU) berakhir, sebagian lahan dibebaskan dan dibagikan kepada masyarakat.

“Dulu ini kawasan perkebunan. Setelah HGU habis sempat terbengkalai, kemudian ada pembebasan sekitar 200 hektare yang sekarang sudah dimiliki masyarakat,” katanya.

Uus menuturkan, jalan tersebut merupakan satu-satunya jalan utama. Akibatnya, ketika kondisi jalan rusak, aktivitas warga ikut terganggu.

“Jelas sangat menghambat. Kalau jalannya bagus, waktu tempuh tentu lebih cepat. Sekarang memang sudah sedikit terbantu dengan adanya pengecoran di beberapa titik, tapi kami berharap semuanya bisa

diperbaiki,” katanya.
Dia menyebut tidak ada jalur alternatif lain yang bisa digunakan masyarakat selain ruas jalan tersebut.

“Ini jalan satu-satunya. Tidak ada jalan tikus atau jalan lain yang bisa dilewati,” katanya.
Menurut Uus, buruknya kondisi jalan membuat waktu perjalanan menuju pusat Kabupaten Cianjur menjadi jauh lebih lama.

“Saya kan dulunya driver truk. Kalau memakai jalan ini yang sekarang rusak itu bisa sampai delapan jam menuju Cianjur kota,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *