Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat terwujudnya Indonesia yang mandiri, maju, dan sejahtera melalui berbagai program strategis di sejumlah sektor prioritas. Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin Panen Raya Serentak di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/07/2026).
Dalam pidatonya, Presiden memberikan apresiasi kepada para menteri, TNI, Polri, serta seluruh unsur pemerintahan yang dinilai bekerja dengan penuh dedikasi dalam menjalankan berbagai program prioritas nasional. Menurutnya, semangat kerja keras tersebut muncul dari tekad bersama untuk mengubah kondisi masyarakat menjadi lebih baik.
Presiden menilai Indonesia memiliki potensi besar sebagai negara yang kaya sumber daya. Karena itu, pemerintah berkomitmen mempercepat berbagai program pembangunan agar kesejahteraan rakyat dapat segera terwujud. Ia juga menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh berjalan lambat, melainkan harus menunjukkan kepada dunia bahwa bangsa ini mampu bangkit dengan kekuatannya sendiri.
Selain itu, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk mempererat persatuan dan bekerja sama dalam menjaga serta mengelola kekayaan nasional. Menurutnya, kebersamaan menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan sekaligus memastikan seluruh hasil kekayaan negara dapat dinikmati sebesar-besarnya oleh rakyat.
Kepala Negara juga menyampaikan sikap tegas pemerintah terhadap segala bentuk penyalahgunaan jabatan maupun tindakan yang merugikan masyarakat. Ia menegaskan bahwa aparatur negara yang telah memperoleh amanah dari rakyat harus menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan mengutamakan kepentingan bangsa.
Presiden menekankan bahwa pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik korupsi ataupun penyalahgunaan kewenangan yang berdampak pada kerugian negara dan masyarakat. Menurutnya, penegakan hukum akan terus dilakukan secara tegas terhadap siapa pun yang menyalahgunakan kepercayaan publik.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden turut menyampaikan bahwa target swasembada pangan telah berhasil dicapai. Setelah keberhasilan tersebut, pemerintah kini memfokuskan langkah pada percepatan swasembada energi, penguatan ketahanan air, serta pemberantasan berbagai aktivitas ilegal, seperti penyelundupan, pertambangan ilegal, perkebunan ilegal, perikanan ilegal, hingga perdagangan ilegal yang merugikan negara.
Di sektor pertanian, Presiden mengungkapkan bahwa pemerintah juga akan mempercepat program peremajaan tanaman tebu nasional. Jika sebelumnya program tersebut ditargetkan selesai dalam waktu empat tahun, pemerintah kini berupaya memangkas target penyelesaiannya menjadi dua tahun berdasarkan optimisme yang disampaikan Menteri Pertanian.
Meski demikian, Presiden juga mengingatkan seluruh jajaran pemerintah agar tetap menjaga kesehatan di tengah tingginya intensitas pekerjaan. Menurutnya, percepatan pembangunan harus dibarengi dengan kondisi fisik yang tetap prima agar program-program pemerintah dapat berjalan secara maksimal.
Menutup sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa percepatan pembangunan di berbagai sektor merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan seluruh kekayaan dan potensi Indonesia benar-benar dimanfaatkan bagi kemakmuran rakyat. Pemerintah optimistis langkah tersebut akan membawa Indonesia menjadi negara yang semakin mandiri, berdaulat, dan memiliki daya saing di tingkat global.












