CIANJUREKSPRES.ID – Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan Kodim 0608/Cianjur di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibonong, terus menunjukkan progres yang luas biasa pada hari kedua, Jumat 17 Juli 2026.
Berdasarkan pantauan, sejak pukul 07.00 WIB, seluruh personel TMMD menempati sektor pekerjaan masing-masing. Setelah istirahat, salat, dan makan siang (ishoma), kegiatan kembali dilanjutkan pada pukul 13.00 WIB hingga berakhir pukul 16.00 WIB dalam kondisi aman dan lancar.
Pada sasaran fisik, progres betonisasi jalan sepanjang 872 meter dengan lebar 4 meter telah mencapai 42,20 persen. Sementara pekerjaan hotmix jalan sepanjang 90 meter, dengan lebar 4 meter hampir rampung dengan capaian 91,1 persen.
Pembangunan dua titik tembok penahan tanah (TPT), masing-masing sepanjang 15 meter dan tinggi 1 meter juga terus dikerjakan dengan progres mencapai 50 persen di setiap titik.
Sementara itu, sasaran nonfisik seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, ketertiban masyarakat, pertanian, kesehatan, dan UMKM masih belum dimulai.
Untuk program unggulan TNI AD, pembangunan pipanisasi di lima titik telah mencapai progres 16 persen di masing-masing lokasi. Penanaman 1.000 pohon mencapai 10 persen, sedangkan renovasi lima unit rumah tidak layak huni (RTLH) telah mencapai 4 persen pada setiap rumah yang menjadi sasaran.
Adapun pembangunan lima unit MCK, program ketahanan pangan seluas satu hektare, pemberian makanan tambahan untuk pencegahan stunting, serta kegiatan pembersihan lingkungan masih belum dimulai. Sementara penyaluran bantuan sembako telah terealisasi 100 persen.
Dalam pelaksanaan TMMD hari kedua ini, sebanyak 200 personel diterjunkan, terdiri dari 107 personel TNI AD, 15 personel TNI AL, 20 personel TNI AU, delapan personel dari Pemerintah Daerah, serta 50 warga masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan juga ddukung tiga unit molen, satu set peralatan pertukangan, dan satu unit ekskavator PC 75. Dalam evaluasinya, pelapor menyebutkan cuaca yang cerah menjadi faktor pendukung percepatan pekerjaan, namun ketersediaan air tetap harus menjadi perhatian agar seluruh kegiatan dapat berjalan optimal.
Selain itu, pengawasan terhadap personel dan material juga diminta terus ditingkatkan, guna menjaga keamanan selama pelaksanaan TMMD, yang melibatkan interaksi langsung dengan masyarakat.












