CIANJUREKSPRES.ID – Sejumlah masyarakat di tujuh desa di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur mulai kekurangan air bersih akibat terdampak musim kemarau. Warga terpaksa harus menggunakan air dari sungai.
Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Samudra Wira Purnama mengatakan, pihaknya telah menerima laporan adanya warga yang mulai merasakan dampak musim kemarau.
“Kami telah menerima laporan dari pemerintah Kecamatan Cibinong bahwa ada tujuh desa yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih, karena debit air sumur milik warga mulai kering,” katanya, Rabu 15 Juli 2026.
Tujuh desa di Kecamatan Cibinong yang terdampak kemarau tersebut yaitu Desa Wargaluyu, Hamerang, Batulawang, Pananggapan, Ciburial, Pamoyanan, dan Panyindangan.
“Karena air yang bersumber dari sumur milik warga sudah mulai berkurang. Masyarakat terpaksa menggunakan air dari aliran sungai di sekitar,” ujar Samudra.
Dia mengatakan, dampak musim kemarau juga tak hanya dirasakan warga di Kecamatan Cibinong. Namun sejumlah warga di Kecamatan Naringgung dan Leles juga mulai terdampak.
“Untuk data lebih detailnya kita masih menunggu laporan lengkap dari pemerintah kecamatan. Namun laporan yang kami terima sementara, saat ini warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih,” katanya.
Samudra menuturkan, upaya yang dilakukan serta langkah yang dilaksanakan diantaranya mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan pertanian dengan cara dibakar atau membakar sampah sembarangan. Daun dan rumput yang mengering di musim kemarau sangat rentan memicu kebakaran besar. Warga disarankan menimbun sampah organik agar menjadi pupuk.
“Dalam imbauan tersebut juga dilakukan pemetaan dan menghemat penggunaan sumber air yang ada, baik sungai, mata air, maupun sumur bor atau tanah milik warga,” tuturnya.
Ia menambahkan, jika nantinya situasi di lapangan memburuk hingga ke tahap ekstrem dan sumur warga mulai mengering, BPBD telah berkoordinasi dengan Perumdam (PDAM) serta Dinas PUTR untuk mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki.
“Jika diperlukan, Cianjur akan meminta sokongan armada dari BPBD Provinsi,” ujar Samudra.
Berdasarkan data BMKG terkait dinamika atmosfer, indeks ENSO di Indonesia menunjukkan adanya tren penurunan curah hujan di sebagian wilayah Jawa Barat akibat pengaruh El Niño lokal.












