CIANJUREKSPRES.ID- Kabupaten Cianjur kembali memperingati hari jadinya pada 12 Juli 2026. Tahun ini, daerah yang dikenal dengan julukan Kota Santri dan memiliki motto “Sugih Mukti” tersebut genap berusia 349 tahun sejak pertama kali berdiri pada 12 Juli 1677.
Peringatan Hari Jadi Cianjur bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengenang perjalanan panjang sejarah, perjuangan para pendiri daerah, serta perkembangan Cianjur yang kini menjadi salah satu kabupaten terbesar di Provinsi Jawa Barat.’
Awal Berdirinya Cianjur
Sejarah Cianjur tidak dapat dipisahkan dari sosok Raden Aria Wira Tanu I atau yang dikenal dengan nama Raden Jayasasana. Ia merupakan putra Aria Wangsa Goparana dari Talaga, Majalengka, yang masih memiliki garis keturunan Sunan Talaga.
Pada abad ke-17, Raden Jayasasana mendapat tugas membuka wilayah baru bernama Cikundul, yang kini berada di wilayah Kecamatan Cikalongkulon. Saat itu, wilayah tersebut berada di bawah pengaruh Kesultanan Cirebon yang memiliki hubungan politik dengan Kerajaan Mataram.
Selain membuka permukiman baru, Jayasasana juga bertugas menjaga wilayah dari ancaman serangan Kesultanan Banten. Berkat keberhasilannya mempertahankan daerah tersebut, ia memperoleh gelar Wira Tanu dan kemudian dikenal sebagai Aria Wira Tanu I, yang menjadi tokoh penting dalam sejarah berdirinya Cianjur.
Lahirnya Nama Cianjur
Setelah wafatnya Aria Wira Tanu I, kepemimpinan dilanjutkan oleh putranya, Aria Wira Tanu II. Pada masa pemerintahannya, pusat pemerintahan dipindahkan dari Cikundul ke wilayah Pamoyanan, yang kini menjadi bagian dari Kecamatan Cianjur.
Sejak tahun 1680, wilayah tersebut mulai dikenal dengan nama Cianjur, yang diyakini berasal dari nama Sungai Ci Anjur yang mengalir dan membelah kawasan tersebut.
Catatan tertulis mengenai nama Cianjur juga ditemukan dalam arsip VOC Belanda melalui Dagh Register Kastil Batavia tertanggal 20 Januari 1678. Dalam dokumen tersebut, nama Cianjur ditulis dengan pelafalan Belanda sebagai “Santoir”, yang diyakini merujuk pada wilayah di sekitar Sungai Cianjur dan Cimapag.
Cianjur Saat Ini
Hingga usia ke-349 tahun pada 2026, Kabupaten Cianjur terus berkembang menjadi salah satu daerah strategis di Jawa Barat. Dengan luas wilayah sekitar 3.840 kilometer persegi, Cianjur menjadi kabupaten terluas kedua di Pulau Jawa setelah Kabupaten Sukabumi.
Kabupaten ini memiliki kekayaan alam yang melimpah, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, hingga pariwisata. Sejumlah destinasi terkenal seperti Istana Cipanas, Situs Megalitikum Gunung Padang, serta kawasan wisata pegunungan menjadi daya tarik bagi wisatawan dari berbagai daerah.
Selain itu, Cianjur juga dikenal sebagai daerah yang kuat menjaga nilai budaya Sunda dan tradisi keislaman yang diwariskan secara turun-temurun.
Peringatan Hari Jadi Cianjur ke-349 menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenang jasa para pendahulu sekaligus memperkuat semangat membangun daerah yang lebih maju, religius, dan sejahtera.
Dengan semangat “Sugih Mukti” yang berarti kaya dan makmur, masyarakat Cianjur diharapkan terus menjaga persatuan, melestarikan budaya, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah demi mewujudkan Cianjur yang semakin berkembang di masa depan.












