Prabowo Tegaskan Persatuan Ulama dan Umara Kunci Kesejahteraan Rakyat

Prabowo Tegaskan Persatuan Ulama dan Umara Kunci Kesejahteraan Rakyat

CIANJURKEKSPRES.ID- Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa persatuan antara ulama dan umara menjadi salah satu fondasi utama dalam menjaga kepentingan rakyat serta memperkuat pembangunan nasional. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Institut Agama Islam (IAI) Syaichona Mohammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).

Dalam sambutannya, Presiden menilai para kiai dan ulama memiliki kedekatan yang sangat kuat dengan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Kedekatan tersebut membuat para ulama memahami secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi rakyat dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Presiden, para ulama merupakan tokoh yang tidak hanya mendengar aspirasi masyarakat, tetapi juga merasakan kondisi yang dialami oleh lapisan masyarakat paling bawah. Karena itu, keberadaan ulama memiliki peran strategis dalam menyampaikan suara rakyat kepada pemerintah.

Prabowo menjelaskan bahwa hubungan yang erat antara ulama dan masyarakat menjadi modal penting untuk membangun sinergi dengan pemerintah, aparat keamanan, serta seluruh elemen bangsa. Ia menegaskan bahwa tentara, polisi, dan aparatur negara pada dasarnya berasal dari rakyat sehingga memiliki tanggung jawab yang sama untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.

Presiden menyebut persatuan ulama dan umara sebagai kekuatan besar yang mampu menjaga keutuhan bangsa sekaligus memastikan berbagai kebijakan negara tetap berpihak kepada kepentingan rakyat.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengingat kembali amanat yang diterimanya saat dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024. Ia menegaskan bahwa sumpah jabatan yang diucapkannya merupakan komitmen untuk menjalankan Undang-Undang Dasar 1945 dan menjaga kepentingan bangsa serta seluruh rakyat Indonesia.

Presiden menekankan pentingnya kejujuran dalam melihat berbagai persoalan yang masih dihadapi bangsa. Menurutnya, Indonesia harus berani menghadapi kenyataan dan tidak menutupi berbagai tantangan yang menghambat kemajuan negara.

Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan bahwa masih terdapat berbagai penyimpangan yang menyebabkan kekayaan negara belum sepenuhnya dinikmati oleh rakyat. Bahkan, sebagian potensi kekayaan nasional dinilai mengalir keluar negeri sehingga manfaatnya bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat belum optimal.

Ia mengaku prihatin setelah mengetahui besarnya potensi kekayaan bangsa yang selama ini tidak dikelola secara maksimal untuk kepentingan rakyat. Namun demikian, Presiden menegaskan bahwa upaya perbaikan yang dilakukan pemerintah bukan bertujuan mencari pihak yang harus disalahkan, melainkan sebagai langkah bersama untuk membenahi keadaan.

Prabowo menegaskan dirinya memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk menjaga kepentingan bangsa sesuai sumpah jabatan yang telah diucapkan. Karena itu, pemerintah akan terus berupaya menjalankan kebijakan terbaik demi memastikan kekayaan dan hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia.

Kehadiran Presiden pada Penutupan Munas dan Konbes NU 2026 sekaligus menjadi simbol kuatnya sinergi antara ulama dan umara dalam menjaga persatuan nasional, memperkuat keadilan sosial, serta mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *